Langsung ke konten utama

Tentang Kehidupan



Hidup adalah tentang ritme konstan bernama siklus. Kita sebagai manusia berasal dari tanah,makan yang hidup di atas tanah hingga kembali ke tanah. Seperti roda berputar, ada kala canda ada pula sedih tiada kira. Seperti senyawa poligonal siklik, kan kembali suatu titik. Jika semalam mendengar, lalu belajar selanjutnya ilmu disebar. Yang kemarin setengah mati menahan hati, menerima setengah hati hingga ikhlas sepenuh hati. Segalanya kan kembali seperti mulanya. Berputar seratus delapan puluh derajat dan lalu bergerak ke nol (lagi). Lantas, mengapa masih berkesah, bukankah telah pasti, masalah akan berkesudah? Sabar, tegar, dan kuatlah, hati. 



Maka hidup adalah tentang proses penerimaan. Menerima seseorang hadir dalam hidup kita, besisisan menghabiskan waktu bersama mereka, hingga terjebak dalam situasi yang membuat kita kembali harus menerima akibat dari setiap pertemuan, entah itu berupa kekesalan, hal yang menyebalkan, menjengkelkan, hingga asbab canda. Lalu, semua cerita itu akan berakhir pada penerimaan bahwasanya perpisahan adalah muara dari segala perjumpaan yang akan mempertemukan kita dengan perkenalan berikutnya. Memberikan pada kita sang aktor sebentuk hal paling berarti, kenangan, umur kedua bagi penikmatnya.


Ada banyak tipe orang dalam kehidupan, salah satunya orang bervisi. Orang yang memiliki tujuan hidup akan membuat rencana untuk mengatur langkah menuju impiannya. Kelak setiap peluh, tetes airmata, dan bahagia yang berhimpitan di antara kesulitan-kesulitan itulah sebagai pembeda kisah mereka dengan orang lain. Memberikan sepercik energi bernama motivasi. Aku, mampukah?


Pekanbaru, 5 Oktober 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear 2018

Tahun baru mengingatkan akan bermacam-macam hal, mulai dari #bestnine bomb di Instagram, hiruk pikuk macet lalu lintas tengah kota karena perayaan mubazir semalam suntuk, lentera masjid yang tak padam menjaga kidung asma Allah agar tetap dilantunkan, termasuk sebagian orang (yang katanya optimis) memegang bolpoin dan kertas menulis resolusinya. - Resolusi Tahun Baru Ditulis besar-besar, RESOLUSI 2018 Entah untuk pembuktian atau karena kecewa lantaran ada resolusinya yang banyak tak tercapai di tahun sebelumnya. Gue misalnya. Hanya dua dari sembilan target yang tercapai. Tetap saja, Alhamdulillah. Bicara target, dua yang tercapai itu ialah mengunjungi 3 provinsi berbeda di tahun 2017 dan Meraih 3 penghargaan. - First Dream : Tiga Provinsi Provinsi yang  kukunjungi pertama adalah Sumatera Utara , tepatnya Kota Medan. Alhamdulillah bisa merasakan pembukaan Ramadhan di kota yang terkenal dengan Bika Ambon dan Bolu Meranti-nya ini. Perjalanan ini menjadi istimewa ...

Behind the Scene: #PIMNAS29IPB

Spanduk dan Banner Selamat Datang diguyur hujan Kota Hujan 14 Agustus 2016 Malam ini mataku terjaga. Barangkali aku masih merindukan keriuhan bertemu teman-teman dari seluruh penjuru Indonesia. Dan, aku ingin bercerita, tentang gempita malam itu, tentang janji kami bahwa akan memberikan yang terbaik bagi tumpah darah kami sebagai bakti, dan tentang bangganya kami sebagai mahasiswa meski dengan almamater rupa-rupa warna.  Dik, aku sadar tentang kapabilitas akademisku yang standar. Tapi sejak dahulu aku selalu punya mimpi. Barangkali itulah yang bisa membuatku sanggup bertahan berkalang keterbatasanku ini. Benar dik, bermimpilah. Jika bermimpi saja kau tak berani, lantas apa lagi yang hendak kau perjuangkan dalam hidup ini. Ah, hanya mimpilah yang membuat hidup terasa lebih hidup. Jika bermimpi yang gratis saja kau tak berani, apa lagi tantanganmu menjalani hidup ini? Jadi saat itu aku masih menjejaki semester pertamaku. Ah, biasalah, euforia mahasiswa baru. Be...

Kuroko Basketball : Friendship not just Term that We Ever Heard

  Gambar: Cover film Kuroko Basketball Film yang diadaptasi dari manga Kuroko no Basket (Basketball Which Kuroko Plays) ini mengisahkan tentang pencarian jati diri seorang atlit basket bernama Tetsuya Kuroko.   Walau tak memiliki keahlian dalam dribbling, apalagi shooting (menembak), cowok berambut biru ini justru menjadi tim utama basket SMP Teikou yang memiliki lima anggota Kiseki no Sedai (Generasi Keajaiban), yakni Akashi Seijuroo, Aomine Daiki, Murasakibara Atsushi, Kise Ryota, dan Midorima Shintaro. Dan mampu membuat sekolah tersebut sebagai jawara di Kejuaraan Nasional Basket tiga kali berturut-turut. Tetsuya sendiri memiliki gelar anggota keenam Kiseki no Sedai, pemain Bayangan (the Phantom Sixth Players). Bagaimana bisa? Ternyata kemampuannya dalam passing (mengoper) tak diragukan oleh anggota Kiseki no Sedai, karena hawa keberadaannya yang lemah dan kemampuannya dalam mengalihkan pandangan lawan (misdirection). *seperti trik sulap gitu* [Well, au...