Langsung ke konten utama

Postingan

Kepada : Seseorang (1)

“Baik mau dikatakan atau tidak, maka itu tetap cinta. Tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut.” (Tere Liye) Maka karena dinyatakan ataupun diam ia tetaplah cinta, aku lebih memilih diam memendam rasa. Menikmati rasa ini sendiri.  Apa bayang tentangku tidak pernah hadir? Kau tanya tentangmu? Ah, sering sekali. Perlahan mengerjap dalam lamunan, dalam usaha belajarku untuk berlari menghindarimu (atau upaya mendekatkan langkah kepadamu?) Entahlah. Aku bahkan telah melakukan perjalanan dalam upaya melupakanmu. Ah, sebagimana perlu waktu untuk menggoreskan tinta cerita, maka tentu ada masa diminta oleh hujan untuk mentahbiskan semua rona agar menjadi gradasi pudar satu warna, kelabu berjelaga ataukah jingga? Entahlah. Yang kutahu warna itu kian dan akan terus berkurang kepekatannya. Kau tahu, usaha melupakan itu paradoks maksimum. Mengapa? Satu sisi berjuang melupakan sama dengan membiarkan sisi lain menggores di atas kanvas ingatan. Lalu mana menurutmu ya...

Kontemplasi Sunyi

Malam ini renyai hujan usai mentahbiskan bumi. Kemelut rona suasana malam membuaiku melanglang ke kota dimana hujan adalah suatu kebiasaan. Bahkan telah menjadi gelar? Kota itu yang terlampau berkesan atau aku yang terlalu merindukan? Ah, entahlah. Kamu, tahukah? Satu demi satu bulir yang menghempas tanah basah seolah mengingatkanku pada pencapaian ribuan kawan-kawan yang tersebar di penjuru Nusantara. Bahwasanya ini bukan tentang perkara mimpiku saja, tetapi juga mereka. Ya, bukan tentangku saja yang terus berjalan langkah demi langkah menuju impian, boleh jadi mereka juga tengah marathon menuju mimpi mereka ~yang kemungkinan sama dengan mimpiku. Ah, bahkan sampai sekarangpun gurat lirih dari bisik bibir yang membisikkan syukur masih dan akan terus meluncur. Bukankah kejutan terbaik terkadang muncul di akhir? Maka di malam tatkala purnama bernaung di balik mega mendung dan lenaku seolah turut memmbendung. Ah, usahaku atas mimpiku masih terhitung. Benar-benar dapat diseles...

#PIMNAS29IPB: Unforgetable Moments Lists

Grand Opening PIMNAS29IPB 8 September 2016, Sebulan telah berlalu, namun ingatan tentang semua cerita disana masih membelenggu. Maybe this was called: “the move on was failed”? Banyak hal yang terjadi selama Seminggu Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) 29 berlangsung. Tak selamanya istilah Ilmiah bermakna horor ataupun terlampau sistematis. Banyak juga cerita kocak, lucu, dan bermakna yang terjadi. Seperti kutipan pidato pak Dr. Bima Arya Sugiarto, a.k.a Walikota Bogor di Malam Penutupan PIMNAS, “masa jabatan Walikota ada batasnya. Jabatan rektor ada ujungnya. Tetapi friendship, persahabatan, persaudaraan, selama hayat dikandung badan.” Yaps, that’s right. Kompetisi tak selalu memunculkan sengit persaingan, namun kadang juga menyisakan kenangan yang bila diulang mengguratkan sebuah senyuman. Ah, intinya: #ProudBeHere #Yuk,IkutPIMNAS! #PIMNASituSeruLoh! 1.      KringKring Gowes Institut Pertanian Bogor tengah menggalakkan program Green Campus. Jadi, di ...