Langsung ke konten utama

Fresh Graduate, Sebuah Kisah yang Tak Terungkap



Kali ini gue mau nulis buat para Fresh Graduate, mumpung lagi pada musim wisudaan kan?
Judulnya gimana? Agak agak gimana gitu yaaa...

Oke, gue akan menceritakan sedikit pengalaman gue ketika jadi Fresh Graduate dulu.



Gue dinyatakan lulus pada Juli 2016, setelah Ujian Kompre yang Alhamdulillah berlangsung gemilang. Siap Kompre gue disibukkan dengan revisi, persiapan yudisium dan persiapan keberangkatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional bulan Agustus. Nah, di tengah semua kegilaan itu, gue sama dua temen, Pia dan Yayuk, buka usaha jual bunga flanel buat wisuda. Alhamdulillah ramai orderan. Padahal iseng aja waktu itu.

Then, Agustus berlalu. PIMNAS gue Alhamdulillah berjalan lancar dan sulit dilupakan. September gue masih berkutat dengan usaha bunga flanel itu, sampai buka lapak segala di wisudaan univ lain. Nah, di bulan September ini gue ditawarin kerja di bagian Kemahasiswaan kampus, jadi volunteer PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Akhirnya Sept akhir-November gue dan Pia sibuk di PKM Corner ini, kegiatan jualan bunga flanel vakum sementara. Yayuk juga nyiapin persiapan komprenya.

Di PKM Corner ini gue dapat lapak mengurusi PKM anak Fisip, Fekon dan FKIP. Kembali lagi berkutat dengan proposal penelitian. Moment yang nggak terlupa disini. Gue berasa jadi dosen nyoret-nyoretin proposal dik adik. Hahaaa... maafkan kakakmu yang dik adik. Di sela-sela PKM Corner ini juga gue wisuda, bulan Oktober.

November ditutup dengan pembubaran panitia PKM Corner. Desember gue balik kampung. Selain karena jadwal privat yang memasuki libur akhir tahun, gue juga ga ada kerjaan di Pekanbaru. Gue udah ngeprivat ini sejak November 2015. Lama juga. Tapi belum serius. Murid juga masih dua atau tiga orang. Alasan gue balik cuma mau meyakinkan diri, mau lanjut atau kerja. Selama pasca kuliah gue juga sempat nyambi belajar TOEFL. Tapi ya gitu, karena nyambi jadi ga fokus belajarnya.

Akhirnya gue mantepin buat lanjut. Sebulan gue mati-matian belajar TOEFL di rumah. Januari gue balik ke Pekanbaru, mau daftar tes TOEFL. Selain itu anak anak juga udah pada masuk sekolah, jadwal privat gue jalan. Ternyata gue baru bisa dapet jadwal tes Februarinya. Jadi sembari ngeprivat malam/sore, siangnya gue bantu-bantu adik di prodi gue mau buat agenda Olimpiade Kimia. Gue bagian Tim Soal. Of course, tak jarang gue ikut begadang kalo ga ada jadwal ngajar, di sini gue juga masih nyambi belajar TOEFL di sela-sela meriksa soal Olimpiade Kimianya adik adik.

Olimpiade kelar, TOEFL juga udah gue lewatin tesnya. Pertengahan Februari gue fokus persiapan berkas beasiswa LPDP. Almost ready tinggal sertifikat TOEFL. Olala, sekalinya keluar skor gue ga mencukupi. Stress? Of course, gue balik lagi buku TOEFL. Belajar lagi. Ambil tes lagi buat awal Maret. Alhamdulillah pas gue daftar masih sisa satu slot. Untungnyaa, berkas gue udah pada siap. Deadline submit berkas 3 April lagi.


Gue ingat hari itu tes dengan senior gue, kak zulfira yang juga mau ambil LPDP bareng gue. Singkat cerita, tggal 29 Maret gue dapet sertif gue dengan skor yang nyaris sampai 500. Stress lagi. 

H-4 gue coba daftar LPDP, berkas gue ketolak karena skor yang nggak mencukupi. 

"Coba googling, ada nggak LPDP jalur lain. Jangan putus asa, Az," kata Umi temen sekamar gue pas gue nangis. Gue googling, ada jalur lain ternyata buat gue. 

Yap, gue ambil Afirmasi.  Jalur Berprestasi. Gue minta ortu buat ngurus persyaratan dikampung. Scan semua. Alhamdulillah H-2 deadline, gue berhasil upload berkas. 

Tahapan demi tahapan berlangsung lancar sampai gue lulus ke Seleksi Substansi. Kak Zulfira juga lulus. Then, kami berangkat ke Medan buat wawancara dll.

Squad LPDP yang jadi Geng sekarang

 19 Juni 2018, gue dinyatakan ga lulus LPDP. Kecewa? Iya. Itu bulan Ramadhan. Cobaan yang berat. Sempat blank dan down mau ngapain setelahnya. 

Oh iya, bulan Juni ini gue balik habis ke kampung. Gak di Pekanbaru lagi. Well, gue coba apply kerjaan di SMA yang baru buka di daerah gue. Gue juga apply buat jadi peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 Provinsi Riau,  mengobati luka pikir gue. Alhamdulillah gue lulus kedua-duanya. Penghibur lara banget dah zumfaah. 

Peringatan Hari Guru di SMAN 5 Tambusai Utara

Tim Ekspedisi Nusantara Jaya Riau 2017

Singkat cerita (lagi), gue kerja jadi guru Kimia SMAN 5 Tambusai Utara. Setelah jadi guru dan ngerasain pengabdian di daerah terdepan, terluar dan perbatasan Indonesia, gue ngerasa grateful and lucky banget karena LPDP ngegagalin gue di tes kemarin.  Barangkali kalo gue lulus, gue ga punya kesempatan buat ngerasain wonderful experience kayak gitu. Gue pasti dah sibuk ngurusin berkas buat daftar pasca, persiapan tes, dll. 

Allah kasih kesempatan buat gue belajar lagi tentang Indonesia, kesempatan buat gue lebih berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat. Gue realized, kalo kegagalan itu adalah cara lain buat belajar sesuatu. Emang terasa berat ketika pertama kali lo ketemu, tapi setelah lo jalani, lo pasti bakal nemuin sesuatu yang buat lo ngangguk-ngangguk dan tersenyum, 
"Jadi ini rahasia kenapa gue digagalin kemarin,"


Di tempat dimana matahari bersinar dengan damai, 15 Maret 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear 2018

Tahun baru mengingatkan akan bermacam-macam hal, mulai dari #bestnine bomb di Instagram, hiruk pikuk macet lalu lintas tengah kota karena perayaan mubazir semalam suntuk, lentera masjid yang tak padam menjaga kidung asma Allah agar tetap dilantunkan, termasuk sebagian orang (yang katanya optimis) memegang bolpoin dan kertas menulis resolusinya. - Resolusi Tahun Baru Ditulis besar-besar, RESOLUSI 2018 Entah untuk pembuktian atau karena kecewa lantaran ada resolusinya yang banyak tak tercapai di tahun sebelumnya. Gue misalnya. Hanya dua dari sembilan target yang tercapai. Tetap saja, Alhamdulillah. Bicara target, dua yang tercapai itu ialah mengunjungi 3 provinsi berbeda di tahun 2017 dan Meraih 3 penghargaan. - First Dream : Tiga Provinsi Provinsi yang  kukunjungi pertama adalah Sumatera Utara , tepatnya Kota Medan. Alhamdulillah bisa merasakan pembukaan Ramadhan di kota yang terkenal dengan Bika Ambon dan Bolu Meranti-nya ini. Perjalanan ini menjadi istimewa ...

Behind the Scene: #PIMNAS29IPB

Spanduk dan Banner Selamat Datang diguyur hujan Kota Hujan 14 Agustus 2016 Malam ini mataku terjaga. Barangkali aku masih merindukan keriuhan bertemu teman-teman dari seluruh penjuru Indonesia. Dan, aku ingin bercerita, tentang gempita malam itu, tentang janji kami bahwa akan memberikan yang terbaik bagi tumpah darah kami sebagai bakti, dan tentang bangganya kami sebagai mahasiswa meski dengan almamater rupa-rupa warna.  Dik, aku sadar tentang kapabilitas akademisku yang standar. Tapi sejak dahulu aku selalu punya mimpi. Barangkali itulah yang bisa membuatku sanggup bertahan berkalang keterbatasanku ini. Benar dik, bermimpilah. Jika bermimpi saja kau tak berani, lantas apa lagi yang hendak kau perjuangkan dalam hidup ini. Ah, hanya mimpilah yang membuat hidup terasa lebih hidup. Jika bermimpi yang gratis saja kau tak berani, apa lagi tantanganmu menjalani hidup ini? Jadi saat itu aku masih menjejaki semester pertamaku. Ah, biasalah, euforia mahasiswa baru. Be...

Kuroko Basketball : Friendship not just Term that We Ever Heard

  Gambar: Cover film Kuroko Basketball Film yang diadaptasi dari manga Kuroko no Basket (Basketball Which Kuroko Plays) ini mengisahkan tentang pencarian jati diri seorang atlit basket bernama Tetsuya Kuroko.   Walau tak memiliki keahlian dalam dribbling, apalagi shooting (menembak), cowok berambut biru ini justru menjadi tim utama basket SMP Teikou yang memiliki lima anggota Kiseki no Sedai (Generasi Keajaiban), yakni Akashi Seijuroo, Aomine Daiki, Murasakibara Atsushi, Kise Ryota, dan Midorima Shintaro. Dan mampu membuat sekolah tersebut sebagai jawara di Kejuaraan Nasional Basket tiga kali berturut-turut. Tetsuya sendiri memiliki gelar anggota keenam Kiseki no Sedai, pemain Bayangan (the Phantom Sixth Players). Bagaimana bisa? Ternyata kemampuannya dalam passing (mengoper) tak diragukan oleh anggota Kiseki no Sedai, karena hawa keberadaannya yang lemah dan kemampuannya dalam mengalihkan pandangan lawan (misdirection). *seperti trik sulap gitu* [Well, au...