Langsung ke konten utama

4th Story

Selamat malam adinda, telahkah siluet mentari yang memudar di atas kanvas mega putih biru mengindahkan harimu? Maaf bila aku yang kemudian menorehkan secarik kelabu bermandikan rintik hujan yang menemaramkan ceriamu.

Jangan tertipu oase menyejukkan yang ditangkap pandangmu bila kau sendiri tak beranjak membuktikannya, sahabat. Bagaimana bila ia hanya fatamorgana? Kecewa.

Sebelum kau beralih dan berlari membawa masalahmu, bisakah aku yang menjadi pemberhentiamu? Karena, aku cemburu padanya. Meski tak jarang kita berbeda, percayalah mungkin itu yang terbaik bagi kita akhirnya. Lihat, padang bunga kan lebih menawan justru bila warna kelopaknya beragam. Aku tak selalu membenarkanmu karena aku menyayangimu melebihi dia. Tahukah?

Saat kau terisak, sungguh aku yang sesak. Perih, karena aku terlalu kaku tuk sekedar mengusap air matamu. Tapi disini, ada yang menangis dan berharap tuk menarik kembali riangmu. Percayalah.

Tiada sesulit mengalah pada ego sendiri, namun bisakah lebih berusaha? Opini akan dia yang selalu salah dapatkah disubstitusi dengan apa aku ada salah? Sederhana. Tapi jauh dampaknya.

Untuk adindaku yang terkadang merasa kesepian, mengapa tak berbaur pada keramaian? Bukankah lebih sulit bila kau bersikukuh pada wujudmu sedang engkau melebur jua pada yang lain? Laksana es yang terapung di atas air. Tiada penatkah?

Ada hati yang perlu diobati bila kau tertawa diatas penderitaan ini. Mengapa tidak bermuhasabah dan bersikap lebih objektif. Kenali, dan pelajari. Siapa yang benar?

Lantaran diri tak sempurna, maka aku membutuhkanmu untuk melengkapiku. Aku padamu, adindaku.

*tulisan ini kudedikasikan untuk sahabat H-Gee yang senantiasa melengkapiku :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear 2018

Tahun baru mengingatkan akan bermacam-macam hal, mulai dari #bestnine bomb di Instagram, hiruk pikuk macet lalu lintas tengah kota karena perayaan mubazir semalam suntuk, lentera masjid yang tak padam menjaga kidung asma Allah agar tetap dilantunkan, termasuk sebagian orang (yang katanya optimis) memegang bolpoin dan kertas menulis resolusinya. - Resolusi Tahun Baru Ditulis besar-besar, RESOLUSI 2018 Entah untuk pembuktian atau karena kecewa lantaran ada resolusinya yang banyak tak tercapai di tahun sebelumnya. Gue misalnya. Hanya dua dari sembilan target yang tercapai. Tetap saja, Alhamdulillah. Bicara target, dua yang tercapai itu ialah mengunjungi 3 provinsi berbeda di tahun 2017 dan Meraih 3 penghargaan. - First Dream : Tiga Provinsi Provinsi yang  kukunjungi pertama adalah Sumatera Utara , tepatnya Kota Medan. Alhamdulillah bisa merasakan pembukaan Ramadhan di kota yang terkenal dengan Bika Ambon dan Bolu Meranti-nya ini. Perjalanan ini menjadi istimewa ...

Behind the Scene: #PIMNAS29IPB

Spanduk dan Banner Selamat Datang diguyur hujan Kota Hujan 14 Agustus 2016 Malam ini mataku terjaga. Barangkali aku masih merindukan keriuhan bertemu teman-teman dari seluruh penjuru Indonesia. Dan, aku ingin bercerita, tentang gempita malam itu, tentang janji kami bahwa akan memberikan yang terbaik bagi tumpah darah kami sebagai bakti, dan tentang bangganya kami sebagai mahasiswa meski dengan almamater rupa-rupa warna.  Dik, aku sadar tentang kapabilitas akademisku yang standar. Tapi sejak dahulu aku selalu punya mimpi. Barangkali itulah yang bisa membuatku sanggup bertahan berkalang keterbatasanku ini. Benar dik, bermimpilah. Jika bermimpi saja kau tak berani, lantas apa lagi yang hendak kau perjuangkan dalam hidup ini. Ah, hanya mimpilah yang membuat hidup terasa lebih hidup. Jika bermimpi yang gratis saja kau tak berani, apa lagi tantanganmu menjalani hidup ini? Jadi saat itu aku masih menjejaki semester pertamaku. Ah, biasalah, euforia mahasiswa baru. Be...

Kuroko Basketball : Friendship not just Term that We Ever Heard

  Gambar: Cover film Kuroko Basketball Film yang diadaptasi dari manga Kuroko no Basket (Basketball Which Kuroko Plays) ini mengisahkan tentang pencarian jati diri seorang atlit basket bernama Tetsuya Kuroko.   Walau tak memiliki keahlian dalam dribbling, apalagi shooting (menembak), cowok berambut biru ini justru menjadi tim utama basket SMP Teikou yang memiliki lima anggota Kiseki no Sedai (Generasi Keajaiban), yakni Akashi Seijuroo, Aomine Daiki, Murasakibara Atsushi, Kise Ryota, dan Midorima Shintaro. Dan mampu membuat sekolah tersebut sebagai jawara di Kejuaraan Nasional Basket tiga kali berturut-turut. Tetsuya sendiri memiliki gelar anggota keenam Kiseki no Sedai, pemain Bayangan (the Phantom Sixth Players). Bagaimana bisa? Ternyata kemampuannya dalam passing (mengoper) tak diragukan oleh anggota Kiseki no Sedai, karena hawa keberadaannya yang lemah dan kemampuannya dalam mengalihkan pandangan lawan (misdirection). *seperti trik sulap gitu* [Well, au...