Langsung ke konten utama

2nd Story

Oleh : Nur Azlina Oktavianti

Perjalanan menuju dewasa itu penuh coba, dara –tak sekedar kata-. Bukankah kita yang kadang berlagak : dewasaku kian tegak, itu sama artinya dengan kita mampu meredam emosi, meski calar di sana sini. Hati?

Allah mengirimkan beragam keunikan dalam satu wujud, semoga aku akan lebih sering bersujud. Sabar.

Yakinlah, tiada seindah melihat cahaya setelah berjalan di terowongan gelap, tak jarang berduri, tapi untunglah ada kalian di sini –menemani. Alhamdulillah.

Jika ada yang memuji, “Kamu benar-benar hebat!”. Bukan untukku saja kata itu tertuju, tapi juga untuk kamu, orang-orang luar biasa yang senantiasa mengitariku : agar kuat. Syukron.

Hati itu lembut, hanya takluk pada lisan yang diperhalus dan tingkah yang tulus. Kau lihat sobat, sekalipun batu itu keras, namun dapat berlubang hanya karena ditetesi air hingga kepingannya meranggas. Ikhlas.

Bukan gampang berada di puncak, sebelumnya telah kau temui: lereng tajam yang mesti didaki, cemoohan yang kadangkala membuatmu harus meneguhkan hati, juga Rabb dan Rasulullah sebagai inspirasi. Insya Allah.

Mereka yang hari ini merendahkanmu sebenarnya tengah mengajakmu selangkah tuk berhijrah ke tempat lebih tinggi. Dari tangis yang melatihmu lebih berani, kecewa yang mengajarimu agar lebih kuat lagi, dan bijaksana sebagai hasil dari hati yang disakiti. Lukamu sekarang, untuk masa depanmu dipenuhi sifat kebaikan. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear 2018

Tahun baru mengingatkan akan bermacam-macam hal, mulai dari #bestnine bomb di Instagram, hiruk pikuk macet lalu lintas tengah kota karena perayaan mubazir semalam suntuk, lentera masjid yang tak padam menjaga kidung asma Allah agar tetap dilantunkan, termasuk sebagian orang (yang katanya optimis) memegang bolpoin dan kertas menulis resolusinya. - Resolusi Tahun Baru Ditulis besar-besar, RESOLUSI 2018 Entah untuk pembuktian atau karena kecewa lantaran ada resolusinya yang banyak tak tercapai di tahun sebelumnya. Gue misalnya. Hanya dua dari sembilan target yang tercapai. Tetap saja, Alhamdulillah. Bicara target, dua yang tercapai itu ialah mengunjungi 3 provinsi berbeda di tahun 2017 dan Meraih 3 penghargaan. - First Dream : Tiga Provinsi Provinsi yang  kukunjungi pertama adalah Sumatera Utara , tepatnya Kota Medan. Alhamdulillah bisa merasakan pembukaan Ramadhan di kota yang terkenal dengan Bika Ambon dan Bolu Meranti-nya ini. Perjalanan ini menjadi istimewa ...

Behind the Scene: #PIMNAS29IPB

Spanduk dan Banner Selamat Datang diguyur hujan Kota Hujan 14 Agustus 2016 Malam ini mataku terjaga. Barangkali aku masih merindukan keriuhan bertemu teman-teman dari seluruh penjuru Indonesia. Dan, aku ingin bercerita, tentang gempita malam itu, tentang janji kami bahwa akan memberikan yang terbaik bagi tumpah darah kami sebagai bakti, dan tentang bangganya kami sebagai mahasiswa meski dengan almamater rupa-rupa warna.  Dik, aku sadar tentang kapabilitas akademisku yang standar. Tapi sejak dahulu aku selalu punya mimpi. Barangkali itulah yang bisa membuatku sanggup bertahan berkalang keterbatasanku ini. Benar dik, bermimpilah. Jika bermimpi saja kau tak berani, lantas apa lagi yang hendak kau perjuangkan dalam hidup ini. Ah, hanya mimpilah yang membuat hidup terasa lebih hidup. Jika bermimpi yang gratis saja kau tak berani, apa lagi tantanganmu menjalani hidup ini? Jadi saat itu aku masih menjejaki semester pertamaku. Ah, biasalah, euforia mahasiswa baru. Be...

NOKTAH GULUNGAN KISAH GAZA

Azka Ar-Rumaishaa             Semburat fajar di ufuk timur mengisyaratkan pada legam malam agar segera merangsak ke belahan bumi lain. Perlahan larik cahaya keemasan yang dirayu cakrawala menorehkan kemilaunya. Kendati rupanya begitu sejuk berayun di balik singgasana mega, pandanganku hanya mengenal dua warna nyata, biru bak merah saga dan putih ialah kelabu yang melingkupi langit Gaza. Umpama beretorika bilamana mengakui apa yang direkam mata sedang hati menafsirkan sebaliknya, sebab langit telah menjadi saksi nestapa.             Aku bersyukur pada Rabb-ku yang masih memberi sejumput waktu untuk menikmati oksigen dari bumi-Nya dengan ketenangan seperti pagi ini, di altar salah satu universitas terbaik di kota mode, Sarbonne University , untuk menyelesaikan gelar PhD. Tak luput kusampirkan sepucuk doa, agar cinta-Nya menaungi ummiku yang tengah berada di bumi para syuh...