Langsung ke konten utama

Kepada : seseorang (3)





Hai, selamat bertamu pada hari-hari baru. Bagaimana rasamu? Aku disini masih menggenapkan semua alasan yang selalu terasa ganjil manakala senoktah kisah perihalmu menghadiri. Iya, aku masih belum berhasil. Padahal hujan di sebermula Januari tidak hentihenti, namun mengapa jejak masih membekas di alur liku ingatanku?

Hai, perlahan kini aku mulai bisa belajar dengan baik dan memfokuskan konsentrasi. Sangat lazim di mata mereka, namun bagiku peningkatan luar biasa. Iya, tak perlu ada lamunan panjang meski kidung yang kuputar telah terhenti nadanya entah di menit yang keberapa. Aku benar-benar meresapi kesepian ini, agar lebih bijaksana di masa depan nanti.

Tenang, aku tak menuliskan resolusi : Segera Melupakanmu! Karena sebuah usaha melupakan butuh lebih dari sekedar waktu dan alasan ini itu. Kau tau, membentuk ikhlas tak semudah yang kita tahu. Aku mulai menikmati dialogku dengan hati manakala berpulang ke peraduan: sunyi. Sebab, dalam lengang aku dapat memanggil diriku pada ceruceruk terdalam. Hanya sekedar untuk memastikan: masihkah ada dirimu bahkan di bilik bawah sadar?

Hai seseorang, tak perlu merasa : “akukah?” Tersebab aku melatih di depan cermin bagaimana ekspresiku di depanmu nanti. Sudah baikkah? Masih terlihatkah? Luka sudah tak perih, kan? Ya, supaya kau tak menyadari, kaulah seseorang yang kutulis ini.

3 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear 2018

Tahun baru mengingatkan akan bermacam-macam hal, mulai dari #bestnine bomb di Instagram, hiruk pikuk macet lalu lintas tengah kota karena perayaan mubazir semalam suntuk, lentera masjid yang tak padam menjaga kidung asma Allah agar tetap dilantunkan, termasuk sebagian orang (yang katanya optimis) memegang bolpoin dan kertas menulis resolusinya. - Resolusi Tahun Baru Ditulis besar-besar, RESOLUSI 2018 Entah untuk pembuktian atau karena kecewa lantaran ada resolusinya yang banyak tak tercapai di tahun sebelumnya. Gue misalnya. Hanya dua dari sembilan target yang tercapai. Tetap saja, Alhamdulillah. Bicara target, dua yang tercapai itu ialah mengunjungi 3 provinsi berbeda di tahun 2017 dan Meraih 3 penghargaan. - First Dream : Tiga Provinsi Provinsi yang  kukunjungi pertama adalah Sumatera Utara , tepatnya Kota Medan. Alhamdulillah bisa merasakan pembukaan Ramadhan di kota yang terkenal dengan Bika Ambon dan Bolu Meranti-nya ini. Perjalanan ini menjadi istimewa ...

Behind the Scene: #PIMNAS29IPB

Spanduk dan Banner Selamat Datang diguyur hujan Kota Hujan 14 Agustus 2016 Malam ini mataku terjaga. Barangkali aku masih merindukan keriuhan bertemu teman-teman dari seluruh penjuru Indonesia. Dan, aku ingin bercerita, tentang gempita malam itu, tentang janji kami bahwa akan memberikan yang terbaik bagi tumpah darah kami sebagai bakti, dan tentang bangganya kami sebagai mahasiswa meski dengan almamater rupa-rupa warna.  Dik, aku sadar tentang kapabilitas akademisku yang standar. Tapi sejak dahulu aku selalu punya mimpi. Barangkali itulah yang bisa membuatku sanggup bertahan berkalang keterbatasanku ini. Benar dik, bermimpilah. Jika bermimpi saja kau tak berani, lantas apa lagi yang hendak kau perjuangkan dalam hidup ini. Ah, hanya mimpilah yang membuat hidup terasa lebih hidup. Jika bermimpi yang gratis saja kau tak berani, apa lagi tantanganmu menjalani hidup ini? Jadi saat itu aku masih menjejaki semester pertamaku. Ah, biasalah, euforia mahasiswa baru. Be...

Kuroko Basketball : Friendship not just Term that We Ever Heard

  Gambar: Cover film Kuroko Basketball Film yang diadaptasi dari manga Kuroko no Basket (Basketball Which Kuroko Plays) ini mengisahkan tentang pencarian jati diri seorang atlit basket bernama Tetsuya Kuroko.   Walau tak memiliki keahlian dalam dribbling, apalagi shooting (menembak), cowok berambut biru ini justru menjadi tim utama basket SMP Teikou yang memiliki lima anggota Kiseki no Sedai (Generasi Keajaiban), yakni Akashi Seijuroo, Aomine Daiki, Murasakibara Atsushi, Kise Ryota, dan Midorima Shintaro. Dan mampu membuat sekolah tersebut sebagai jawara di Kejuaraan Nasional Basket tiga kali berturut-turut. Tetsuya sendiri memiliki gelar anggota keenam Kiseki no Sedai, pemain Bayangan (the Phantom Sixth Players). Bagaimana bisa? Ternyata kemampuannya dalam passing (mengoper) tak diragukan oleh anggota Kiseki no Sedai, karena hawa keberadaannya yang lemah dan kemampuannya dalam mengalihkan pandangan lawan (misdirection). *seperti trik sulap gitu* [Well, au...